Minggu, 11 Januari 2015

BUDAYA ILMU GHAIB DI INDONESIA



BUDAYA ILMU GHAIB DI INDONESIA



Pengantar:

Kita ketahui bahwa negara Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya alam yang tinggi, nemun memiliki sumber daya manusia yang rendah. Sehingga menyebabkan negara Indonesia masih menjadi negara yang berkembang. Kemiskinan yang merajalela pun tak dapat dihindari. Ya, banyak warga negara Indonesia yang berpenghasilan rendah. Mereka rata-rata dari kalangan berpendidikan rendah dan tidak mempunyai keterampilan. Namun, semua orang menginginkan kehidupan yang layak dan serba berkecukupan. Tetapi, cara yang digunakan bukan dengan cara yang halal, namun dengan jalan pintas. Seperti meminta kepada roh nenek moyang, memelihara tuyul, pesugihan atau ngepet. Hal-hal tersebut mencerminkan dan berlandaskan budaya Animisme yang berpotensi untuk regenerasi. Jika budaya tersebut turun menurun maka akan membahayakan kehidupan antara manusia.

            Tidak hanya itu saja, mitos-mitos tentang benda-benda kuno dan antik yang dijadikan keramat  serta dipuja-puja merupakn prinsip penerapan budaya dinamisme di kalangan masyarakat. Benda-benda tersebut seperti keris, gamelan, cincin akik, kereta kencana, benda keraton dan semacam nya. Pohon-pohon besar dan tempat-tempat sakral juga dihormati dan dipercayai memiliki kekuatan gaib serta berpenghuni roh halus.


Pembahasan:

DUNIA GHAIB atau alam ghaib merupakan ruang atau dimensi ke tiga yang diketahui keberadaannya oleh manusia. Dimana letak dimensi ini? Apasaja yang didalmnya? Banyak orang tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai dimensi ke tiga ini. Masing-masing orang memiliki kepentingan dan alasan berbeda untuk mendapatkan pengalaman dan mengerti lebih jauh mengenai ruang ini.

Pengertian Dunia Ghaib

          Jika melihat dalam kamus KBBI, ghaib sendiri artinya adalah tidak tak kelihatan, tersembunyi, tidak nyata. Jadi dunia ghaib merupakan dunia yang ada di dalam dunia fisik atau bumi, namun keberadaannya tidak kelihatan. Dunia ini berada di luar jangkauan  manusia biasa, tempat makhluk halus dan tenaga yang luar biasa. Ilmu Ghaib adalah kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia biasa, sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika, Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. Beberapa kalangan menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral, keramat dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya, bahkan menganggap wali atau orang suci.
Menurut beberapa orang yang dianggap mengerti lebih banyak mengenai dunia ghaib alam ghaibterbagi menjadi dua:

1.      Alam ghaib baik
2.      Alam ghaib buruk

Kedua alam ini letaknya mengepit bumi, dari atas dan dari bawah. Alam ghaib baik, berada dia atas bumi. Alam tersebut terdiri dari tujuh tingkat dari bawah keatas, yakni: Andratasamira, Kalasutra, Maharaunnawa, Raunawa, Ambarisha, Mahakala, Lokantarika. Konon, disini lah tempat bagi arwah manusia yang meninggal, dimana semua lapisan tempat mendapatkan cahaya. Arwah manusia yang semasa hidupnya berbuat baik mendapat tempat yang baik pula.

            Alam ghaib baik yang berada di atas atau langit terbagi lagi kedalam dua bagian, yahitu langit luar dan lagit dalam. Langit luar memiliki bentuk rupa, sehingga dapat dilihat, sedangkan langit dalam tidak berbentuk, jadi disebut juga sebagian alam suwung.
Langit luar yang terlihat dihuni oleh melaikat-malaikat, dan langit dalam dihuni oleh para nabi, utusan Tuhan dan juga manusia-manusia terpiliah yang dikasihi Tuhan  
Di dalam masing-masing langit luar maupun langit dalam, terdapat satu roh ‘tertinggi’ yang bertugas mengtur dan mengendalikan alam tersebut.

            Sedangkan alam ghaib buruk letaknya berada di dalam tanah/bumi. Alam tersebut terdiri dari Jambu, Kasha, Plaksha, Shamalia, Krauntsha, Shaka, dan Puskhara. Pada area Jambu sampai Shamila, makhluk masih dapat melihat dan merasakan sinar matahari. Namun pada area Krauntsa sampai Puskhara makhluk tidak lagi dapat menemukan sinar, semuanya gelap tanpa cahaya.

            Banyak orang percaya, bahwa sebelum diputuskan untuk memasuki alam ghaib baik atau alam ghaib buruk, jiwa manusia berada di alam Astral terlebih dulu, yang letaknya berada diantar kedua alam ghaib baik dan alam ghaib buruk.
Seberapa lama roh mnauisia tinggal di alam astral adalah tergantung pada keikhlasannya untuk meninggalkan dunia. Bila di ikhlas dan tidak lagi ada kepentingan atau kemelekatan terhadap terhada dunia ini, maka rohnya akan naik kealam ghaib baik. Sebaliknya, bila hasrat dan keinginan menusia terhada dunia begitu besar, dan ada urusan di bumi yang belum diselesaikan sehingga berat meningalkan dunia, maka rohnya akan sangat berat. Bisa jadi ia kana tinggal ratusan atau bahkan ribuan tahun lamanya di dalam astral. Namun jika kemelekatannya akan dunia adalah karena hal-hal yang berhubungan harta benda, keramakan, dan hal duniawi nilainya, maka ia akan masuk ke alam ghaib buruk.

            Al-quran sendiri sendiri telah menyebutkan kata ‘ghaib’ kurang lebih sebanyak 56 kali. Dan dipermulaan surat al-Baqarah, Allah menyebutkan salah satu dari karakter orang-orang yang beftaqwa adal, orang-orang yang beriman kepada yang ghaib, “Alif Lam Mim. Kitab Al-Qur’an ini tidak ada keraguan didalam padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib.” (QS. Al-Baqarah:1-3)

            Ayat al-baqarah di atas merupakan dalil penting untuk mengetahui hal yang ghaib secara benar, lalu mempercayaimya dan menjadikannya sebagai pilar-pilar keeimanan.
Jika seseorang salah dalam memahami hal yang ghaib, berarti salah pula pilar iman yang dimilikinya. Maka dari itu, untuk memahami hal yang ghaib kita membutuhkan referensi yang valid dan akurat, agar tidak menghasilkan pemahaman yang salah dan menyimpang. Dan referensi itu bernama Al-quran dan Al-Hadits.

            Seorang ahli tafsir yang bernama Abdul Aliyah berkata, “Yang dimaksud dengan ghaib pada ayat tersebut adalah allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, dan hari akhir, Surga dan nerakanya-nya, pertemuan dengan-nya serta hari kebangkitan dan kehidupan setelah kematian.” (Tafsir Ibnu Katsir: I/45). Jika kita hiyung jumlah prosentase hal yang ghaib yang terdapat di sekitar kita, terutama masalah aqidah, maka akan kita dapatkan prosentase hal yang ghaib dan harus kita percayai akan lebih banyak jumlahnya dari pada yang nyata. Tapi karena keberadaanya ada dalam Al-Quran dan disebutkan rasulullah dalam haditsnya yang shahih, maka kita sebagai orang yang beriman dan bertaqwa harus mempercayainya dan meyakini dengan tanpa keraguan.
             
            Hal-hal ghaib memang tidak bisa dinalar dengan logika dan akal pikiran manusia. Membahas hal-hal ghaib tentu tidak boleh sembarangan atau hanya bersumber dari bisikan-bisikan ghaib, mimpi-mimpi, atau mitos-mitos yang berkembang. Kesemuanya itu harus di pilih-pilih dengan syari’at islam yang ada. Bila menyimpang dari syari;at atau bertolak belakang, maka sebaiknyalah kita tida menerimanya saja.

            Masalah ghaib tidak hanya seputar kehidupan jin dan setan sebagaimana yang banyak diekspos oleh media. Jin dan setan hanyalah bagian kecil dari masalah keghaiban yang sangat luas cakupannya kita belim pernah  melihat suratan takdir kita dalam kehidupan di bumi ini, tapi kita harus percaya akan adanya takdir yang telah digariskan Allah untuk kita, yang baik maupun yang buruk. Misal saja mengenai umur, Allah telah menentukan batasan umu makhluk yang diciptakan-Nya. Kita harus mempercayai hal tersebut walaupun tidak tahu berapa lama umur yang telah ditentukan Allah untuk masing-masing makhluknya. Dan masih banyak hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia yang masuk dalam kategori ghaib, karena tidak bisa kita cerna dengan panca indra kita.       

            Perlu diterangkan, bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari. Wali tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati. Sementara kita adalah orang yang meminta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita.

Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia, kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi, melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam. Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. Oleh kerena itu, saya menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani

KONSEP ALIRAN ISLAM KEJAWEN
Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat, ritual, atau olah rohani. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan suatu ilmu.


PEMBANGKITAN & PENABUNGAN ENERGI
Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. Jika badan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik, begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural, Anda perlu mengisi energi. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian energi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. Cara-cara penabungan energi lazim disebut Tirakat.


LELAKU TIRAKAT
Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. wirid tertentu, mantra, pantangan, puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan, minum, tidur dan tidak boleh kena cahaya), nglowong, ngebleng dan lain-lain. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat.


KHODAM
Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi “roh” suatu ilmu. Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. Khodam disebut juga Qorin, ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita, tapi juga bukan banci. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang “suka” pada manusia.

MACAM ILMU ALIRAN KEJAWEN
Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib.

1). Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kekebalan
Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa.

2). Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan
Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang. Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah cinta, yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat.

3). Ilmu Trawangan & Ngrogoh Sukmo
Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah, maka kuasailah ilmu trawangan. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus, melihat jarak jauh, tembus pandang dan lain-lain. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana, sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun dia mau. Baik Ilmu Trawangan maupaun Ngrogosukmo adalah ilmu yang tergolong sulit dipelajari karena membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya.

4). Ilmu Khodam
Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan, meskipun sama-sama berbadan ghaib. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin.

5). Ilmu Entertainment (Atraksi)
Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam, minyak panas dan air keras. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus.

6. Ilmu Pengobatan & Kesehatan
Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan), Ilmu-ilmu pengobatan, ilmu kuat seks, dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia.

Kesimpulan
            Hal-hal ghaib memang tidak bisa dinalar dengan logika dan akal pikiran manusia. Membahas hal-hal ghaib tentu tidak boleh sembarangan atau hanya bersumber dari bisikan-bisikan ghaib, mimpi-mimpi, atau mitos-mitos yang berkembang. Kesemuanya itu harus di pilih-pilih dengan syari’at islam yang ada. Bila menyimpang dari syari;at atau bertolak belakang, maka sebaiknyalah kita tida menerimanya saja.

            Masalah ghaib tidak hanya seputar kehidupan jin dan setan sebagaimana yang banyak diekspos oleh media. Jin dan setan hanyalah bagian kecil dari masalah keghaiban yang sangat luas cakupannya kita belim pernah  melihat suratan takdir kita dalam kehidupan di bumi ini, tapi kita harus percaya akan adanya takdir yang telah digariskan Allah untuk kita, yang baik maupun yang buruk. Misal saja mengenai umur, Allah telah menentukan batasan umu makhluk yang diciptakan-Nya. Kita harus mempercayai hal tersebut walaupun tidak tahu berapa lama umur yang telah ditentukan Allah untuk masing-masing makhluknya. Dan masih banyak hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia yang masuk dalam kategori ghaib, karena tidak bisa kita cerna dengan panca indra kita.       
Daftar Pustaka
Endraswara,suwardi(2004).Dunia Hantu Orang Jawa: Alam Misteri, Magis, dan Fantasi Kejawen: Penerbit Narasi
Osho(1992).
Psikologi alam ghaib.Bandung
Zein,Drika(2014).Memasuki Alam Astral Kajian Keberadaan Makhluk dan Dimensi
Luar’.Bandung:Penerbit Dafa Distribusi
http://www.anehdidunia.com/2012/05/tentang-ilmu-gaib-kejawen.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar