BUDAYA
ILMU GHAIB DI INDONESIA
Pengantar:
Kita ketahui bahwa negara Indonesia adalah
negara yang memiliki sumber daya alam yang tinggi, nemun memiliki sumber daya
manusia yang rendah. Sehingga menyebabkan negara Indonesia masih menjadi negara
yang berkembang. Kemiskinan yang merajalela pun tak dapat dihindari. Ya, banyak
warga negara Indonesia yang berpenghasilan rendah. Mereka rata-rata dari kalangan
berpendidikan rendah dan tidak mempunyai keterampilan. Namun, semua orang
menginginkan kehidupan yang layak dan serba berkecukupan. Tetapi, cara yang
digunakan bukan dengan cara yang halal, namun dengan jalan pintas. Seperti
meminta kepada roh nenek moyang, memelihara tuyul, pesugihan atau ngepet.
Hal-hal tersebut mencerminkan dan berlandaskan budaya Animisme yang berpotensi
untuk regenerasi. Jika budaya tersebut turun menurun maka akan membahayakan
kehidupan antara manusia.
Tidak hanya itu saja, mitos-mitos
tentang benda-benda kuno dan antik yang dijadikan keramat serta dipuja-puja merupakn prinsip penerapan
budaya dinamisme di kalangan masyarakat. Benda-benda tersebut seperti keris,
gamelan, cincin akik, kereta kencana, benda keraton dan semacam nya.
Pohon-pohon besar dan tempat-tempat sakral juga dihormati dan dipercayai
memiliki kekuatan gaib serta berpenghuni roh halus.
Pembahasan:
DUNIA GHAIB atau alam ghaib
merupakan ruang atau dimensi ke tiga yang diketahui keberadaannya oleh manusia.
Dimana letak dimensi ini? Apasaja yang didalmnya? Banyak orang tertarik untuk
mengetahui lebih jauh mengenai dimensi ke tiga ini. Masing-masing orang
memiliki kepentingan dan alasan berbeda untuk mendapatkan pengalaman dan
mengerti lebih jauh mengenai ruang ini.
Pengertian
Dunia Ghaib
Jika melihat dalam kamus KBBI, ghaib
sendiri artinya adalah tidak tak kelihatan, tersembunyi, tidak nyata. Jadi dunia
ghaib merupakan dunia yang ada di dalam dunia fisik atau bumi, namun
keberadaannya tidak kelihatan. Dunia ini berada di luar jangkauan manusia biasa, tempat makhluk halus dan
tenaga yang luar biasa. Ilmu Ghaib adalah kemampuan
melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia biasa, sering
juga disebut sebagai Ilmu Metafisika, Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan
karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. Beberapa kalangan
menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral, keramat dan terlalu memuliakan
orang yang memilikinya, bahkan menganggap wali atau orang suci.
Menurut beberapa orang yang dianggap
mengerti lebih banyak mengenai dunia ghaib alam ghaibterbagi menjadi dua:
1. Alam ghaib baik
2. Alam ghaib buruk
Kedua alam ini letaknya mengepit bumi, dari atas dan dari
bawah. Alam ghaib baik, berada dia atas bumi. Alam tersebut terdiri dari tujuh
tingkat dari bawah keatas, yakni: Andratasamira, Kalasutra, Maharaunnawa, Raunawa,
Ambarisha, Mahakala, Lokantarika. Konon, disini lah tempat bagi arwah manusia
yang meninggal, dimana semua lapisan tempat mendapatkan cahaya. Arwah manusia
yang semasa hidupnya berbuat baik mendapat tempat yang baik pula.
Alam
ghaib baik yang berada di atas atau langit terbagi lagi kedalam dua bagian,
yahitu langit luar dan lagit dalam. Langit luar memiliki bentuk rupa, sehingga
dapat dilihat, sedangkan langit dalam tidak berbentuk, jadi disebut juga
sebagian alam suwung.
Langit
luar yang terlihat dihuni oleh melaikat-malaikat, dan langit dalam dihuni oleh
para nabi, utusan Tuhan dan juga manusia-manusia terpiliah yang dikasihi Tuhan
Di dalam masing-masing langit luar
maupun langit dalam, terdapat satu roh ‘tertinggi’ yang bertugas mengtur dan
mengendalikan alam tersebut.
Sedangkan
alam ghaib buruk letaknya berada di dalam tanah/bumi. Alam tersebut terdiri
dari Jambu, Kasha, Plaksha, Shamalia, Krauntsha, Shaka, dan Puskhara. Pada area
Jambu sampai Shamila, makhluk masih dapat melihat dan merasakan sinar matahari.
Namun pada area Krauntsa sampai Puskhara makhluk tidak lagi dapat menemukan
sinar, semuanya gelap tanpa cahaya.
Banyak
orang percaya, bahwa sebelum diputuskan untuk memasuki alam ghaib baik atau
alam ghaib buruk, jiwa manusia berada di alam Astral terlebih dulu, yang
letaknya berada diantar kedua alam ghaib baik dan alam ghaib buruk.
Seberapa lama roh mnauisia tinggal
di alam astral adalah tergantung pada keikhlasannya untuk meninggalkan dunia. Bila
di ikhlas dan tidak lagi ada kepentingan atau kemelekatan terhadap terhada
dunia ini, maka rohnya akan naik kealam ghaib baik. Sebaliknya, bila hasrat dan
keinginan menusia terhada dunia begitu besar, dan ada urusan di bumi yang belum
diselesaikan sehingga berat meningalkan dunia, maka rohnya akan sangat berat. Bisa
jadi ia kana tinggal ratusan atau bahkan ribuan tahun lamanya di dalam astral. Namun
jika kemelekatannya akan dunia adalah karena hal-hal yang berhubungan harta
benda, keramakan, dan hal duniawi nilainya, maka ia akan masuk ke alam ghaib
buruk.
Al-quran
sendiri sendiri telah menyebutkan kata ‘ghaib’ kurang lebih sebanyak 56 kali. Dan
dipermulaan surat al-Baqarah, Allah menyebutkan salah satu dari karakter
orang-orang yang beftaqwa adal, orang-orang yang beriman kepada yang ghaib, “Alif
Lam Mim. Kitab Al-Qur’an ini tidak ada keraguan didalam padanya, petunjuk bagi
mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib.” (QS.
Al-Baqarah:1-3)
Ayat
al-baqarah di atas merupakan dalil penting untuk mengetahui hal yang ghaib
secara benar, lalu mempercayaimya dan menjadikannya sebagai pilar-pilar
keeimanan.
Jika seseorang salah dalam memahami
hal yang ghaib, berarti salah pula pilar iman yang dimilikinya. Maka dari itu,
untuk memahami hal yang ghaib kita membutuhkan referensi yang valid dan akurat,
agar tidak menghasilkan pemahaman yang salah dan menyimpang. Dan referensi itu
bernama Al-quran dan Al-Hadits.
Seorang
ahli tafsir yang bernama Abdul Aliyah berkata, “Yang dimaksud dengan ghaib pada
ayat tersebut adalah allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,
Rasul-rasul-Nya, dan hari akhir, Surga dan nerakanya-nya, pertemuan dengan-nya
serta hari kebangkitan dan kehidupan setelah kematian.” (Tafsir Ibnu Katsir:
I/45). Jika kita hiyung jumlah prosentase hal yang ghaib yang terdapat di
sekitar kita, terutama masalah aqidah, maka akan kita dapatkan prosentase hal
yang ghaib dan harus kita percayai akan lebih banyak jumlahnya dari pada yang
nyata. Tapi karena keberadaanya ada dalam Al-Quran dan disebutkan rasulullah
dalam haditsnya yang shahih, maka kita sebagai orang yang beriman dan bertaqwa
harus mempercayainya dan meyakini dengan tanpa keraguan.
Hal-hal
ghaib memang tidak bisa dinalar dengan logika dan akal pikiran manusia. Membahas
hal-hal ghaib tentu tidak boleh sembarangan atau hanya bersumber dari
bisikan-bisikan ghaib, mimpi-mimpi, atau mitos-mitos yang berkembang. Kesemuanya
itu harus di pilih-pilih dengan syari’at islam yang ada. Bila menyimpang dari
syari;at atau bertolak belakang, maka sebaiknyalah kita tida menerimanya saja.
Masalah
ghaib tidak hanya seputar kehidupan jin dan setan sebagaimana yang banyak
diekspos oleh media. Jin dan setan hanyalah bagian kecil dari masalah keghaiban
yang sangat luas cakupannya kita belim pernah
melihat suratan takdir kita dalam kehidupan di bumi ini, tapi kita harus
percaya akan adanya takdir yang telah digariskan Allah untuk kita, yang baik maupun
yang buruk. Misal saja mengenai umur, Allah telah menentukan batasan umu
makhluk yang diciptakan-Nya. Kita harus mempercayai hal tersebut walaupun tidak
tahu berapa lama umur yang telah ditentukan Allah untuk masing-masing
makhluknya. Dan masih banyak hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia yang
masuk dalam kategori ghaib, karena tidak bisa kita cerna dengan panca indra
kita.
Perlu diterangkan, bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari. Wali tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati. Sementara kita adalah orang yang meminta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita.
Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia, kita mengenal
dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. Aliran Hikmah
berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni
berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). Sedangkan aliran Kejawen
yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi, melainkan sudah
bercampur dengan tradisi islam. Mantranya pun kebanyakan diawali dengan
basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. Oleh kerena itu, saya
menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Tradisi islam-kejawen inilah yang
lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani
KONSEP ALIRAN ISLAM KEJAWEN
Setiap perilaku
manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang.
Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat
sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia
biasa. Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat, ritual, atau olah rohani.
Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan
suatu ilmu.
PEMBANGKITAN & PENABUNGAN ENERGI
PEMBANGKITAN & PENABUNGAN ENERGI
Karena setiap perilaku
akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu
Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. Jika badan fisik anda
memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa
beraktivitas dengan baik, begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural,
Anda perlu mengisi energi. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian energi cukup
dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Penabungan energi ini dapat dilakukan
dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. Cara-cara
penabungan energi lazim disebut Tirakat.
LELAKU TIRAKAT
LELAKU TIRAKAT
Aliran Islam Kejawen
mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial
oleh kalangan tertentu. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. wirid
tertentu, mantra, pantangan, puasa atau penggabungan dari kelima unsur
tersebut. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan, minum, tidur dan tidak
boleh kena cahaya), nglowong, ngebleng dan lain-lain. Biasanya beratnya tirakat
sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Seseorang harus banyak melakukan
kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat.
KHODAM
KHODAM
Setiap Ilmu Gaib
memiliki khodam. Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi “roh” suatu ilmu.
Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. Khodam disebut juga Qorin, ialah
mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita,
tapi juga bukan banci. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia
juga tidak berhasrat kepada manusia. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain
berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang “suka” pada manusia.
MACAM ILMU ALIRAN
KEJAWEN
Berikut adalah
klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. Mungkin orang lain
membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. Hal
tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi
ilmu Gaib.
1). Ilmu Kanuragan
atau Ilmu Kekebalan
Ilmu kanuragan adalah
ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Ilmu ini mencakup
kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang
dengan kekuatan yang luar biasa.
2). Ilmu Kawibaan dan
Ilmu Pengasihan
Inilah ilmu
supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. lmu Kewibaan
dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang
diucapkan. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani
masyarakat dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi
berdebat. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah
mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang.
Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan
maslah cinta, yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan
sayang. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh
cinta padanya. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang
berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang
minggat.
3). Ilmu Trawangan
& Ngrogoh Sukmo
Jika Anda ingin tahu
banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah, maka kuasailah ilmu
trawangan. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat
menangkap isyarat yang halus, melihat jarak jauh, tembus pandang dan lain-lain.
Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Dalam ilmu
trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana, sedangkan jika
sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan
perjalanan kemanapun dia mau. Baik Ilmu Trawangan maupaun Ngrogosukmo adalah
ilmu yang tergolong sulit dipelajari karena membutuhkan keteguhan dan
kebersihan hati. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah
tenang jiwanya.
4). Ilmu Khodam
Seseorang disebut
menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif
dengan khodam yang dimiliki. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu
mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. Khodam
sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan, meskipun sama-sama berbadan ghaib.
Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin.
5). Ilmu Entertainment
(Atraksi)
Ada ilmu supranatural
yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Sepintas ilmu ini
mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap
benda tajam, minyak panas dan air keras. Contoh yang sering kita lihat adalah
ilmunya para pemain Debus.
6. Ilmu Pengobatan
& Kesehatan
Masuk dalam kelompok ini
adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan), Ilmu-ilmu pengobatan, ilmu
kuat seks, dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi
bilologis tubuh manusia.
Kesimpulan
Hal-hal ghaib memang tidak bisa dinalar dengan logika dan
akal pikiran manusia. Membahas hal-hal ghaib tentu tidak boleh sembarangan atau
hanya bersumber dari bisikan-bisikan ghaib, mimpi-mimpi, atau mitos-mitos yang
berkembang. Kesemuanya itu harus di pilih-pilih dengan syari’at islam yang ada.
Bila menyimpang dari syari;at atau bertolak belakang, maka sebaiknyalah kita
tida menerimanya saja.
Masalah
ghaib tidak hanya seputar kehidupan jin dan setan sebagaimana yang banyak
diekspos oleh media. Jin dan setan hanyalah bagian kecil dari masalah keghaiban
yang sangat luas cakupannya kita belim pernah
melihat suratan takdir kita dalam kehidupan di bumi ini, tapi kita harus
percaya akan adanya takdir yang telah digariskan Allah untuk kita, yang baik maupun
yang buruk. Misal saja mengenai umur, Allah telah menentukan batasan umu
makhluk yang diciptakan-Nya. Kita harus mempercayai hal tersebut walaupun tidak
tahu berapa lama umur yang telah ditentukan Allah untuk masing-masing
makhluknya. Dan masih banyak hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia yang
masuk dalam kategori ghaib, karena tidak bisa kita cerna dengan panca indra
kita.
Daftar
Pustaka
Endraswara,suwardi(2004).Dunia
Hantu Orang Jawa: Alam Misteri, Magis, dan
Fantasi Kejawen: Penerbit Narasi
Osho(1992). Psikologi alam ghaib.Bandung
Zein,Drika(2014).Memasuki Alam Astral Kajian Keberadaan Makhluk dan Dimensi ‘Luar’.Bandung:Penerbit Dafa Distribusi
http://www.anehdidunia.com/2012/05/tentang-ilmu-gaib-kejawen.html
Osho(1992). Psikologi alam ghaib.Bandung
Zein,Drika(2014).Memasuki Alam Astral Kajian Keberadaan Makhluk dan Dimensi ‘Luar’.Bandung:Penerbit Dafa Distribusi
http://www.anehdidunia.com/2012/05/tentang-ilmu-gaib-kejawen.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar